Sinergitas Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Edukasi Warga Cegah Wabah PMK di Desa

Sinergitas Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Edukasi Warga Cegah Wabah PMK di Desa
Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas edukasi warga Desa Kalimbukuni terkait pencegahan wabah PMK. Senin (29/8), pagi. (Dok: Pers Bhabinkamtibmas Sek Loli).

Tribratanewssumbabarat.com; Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Polri memiliki peranan penting di desa sebagai langkah awal pencegahan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.

 

Seperti saat ini, munculnya persoalan terkait wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak warga menjadi tugas Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi serta imbauan sebagai upaya pencegahan awal wabah PMK.

 

Kali ini, Bhabinsa Koramil 1613-01 Loli bersama Bhabinkamtibmas Polsek Loli Bripka Rai Come menyambangi warga Desa Kalimbukuni. Senin (29/8/2022), pagi.

 

Sembari menikmati sirih pinang, Bripka Rai mengedukasi warga untuk senantiasa menjaga kebersihan kandang dan memberikan vitamin guna menjaga kesehatan hewan ternak.

 

“Salah satu upaya pencegahan yang bisa kita lakukan yaitu dengan penyemprotan disinfektan serta selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat,” ucapnya.

 

Lebih detailnya, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas memaparkan apa saja yang harus dilakukan dan ciri ternak yang terkena PMK.

 

Berikut beberapa hal yang harus dilakukan sebagai upaya pencegahan dini:

  • Memisahkan hewan ternak yang sakit.
  • Melaporkan ke petugas kesehatan hewan.
  • Membatasi pergerakan hewan dan peralatan dari hewan yang tertular PMK.
  • Membatasi penerimaan ternak dari wilayah yang terduga terdampak PMK.
  • Melakukan tindakan karantina atau isolasi terhadap ternak yang baru datang atau pindah dari lokasi kandang lain.
  • Memastikan kebersihan dan melakukan disinfektansi kandang dan peralatan ternak.
  • Memberikan pakan berkualitas dan vitamin pada hewan ternak.

 

Adapun ciri-ciri ternak terkena PMK

yang harus diwaspadai:

  • Ternak demam tinggi.
  • Keluar air liur yang berlebihan atau hipersalivasi.
  • Pelepuhan di bagian gusi, lidah, dan mulut ternak yang terlihat seperti sariawan.
  • Kuku kaki terlihat nodul dan terluka.
  • Mengalami kepincangan kaki karena kuku terkelupas.
  • Ternak ambruk.
  • Ternak mengalami gemetaran atau tremor.
  • Ternak kehilangan nafsu makan.
  • Ternak tidak dapat bergerak dengan leluasa.
  • Ternak terlihat kesakitan sat berjalan
  • Badan yang semakin kurus.
  • Pada kuku kaki terlihat luka sayatan.

 

Ditempat terpisah, Kapolres Sumba Barat AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H., mengimbau warga untuk tidak panik apabila mendapati hewan ternaknya mengalami gejala PMK.

 

“Jangan khawatir, karena penyakit ini tidak menular pada manusia melainkan hanya pada hewan saja,” imbuh Kapolres.

 

Polres Sumba Barat akan terus memberikan imbauan dan melakukan pengawasan dan pengecekan hewan ternak warga guna mencegah penyebaran wabah PMK diwilayah hukumnya.

 

 

Penulis; Kumbara.

Penulis; Mondy.

Penulis; Jamet.

Penanggungjawab; Been7.